Salurkan Hobby Mancing-Mu

Samarinda, Kompas – Pendangkalan terus berlangsung di Mahakam, sungai terpanjang —920 kilometer—di Kalimantan Timur. Di Samarinda, permukaan sungai itu ada yang turun sampai 3 meter dan lebarnya menyusut hingga menjadi 200 meter.
Lebar normal Sungai Mahakam pada bagian yang membelah Samarinda adalah 400-700 meter. Pendangkalan memperlihatkan dasar sungai berlumpur dan banyak ilalang. Sebagian masyarakat memanfaatkan surutnya sungai untuk memancing dari tepi tanggul.
Meski mendangkal dan menyusut, kapal pengangkut batu bara masih bisa melintasi Mahakam. Mahakam melintasi Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Samarinda. Ketiga daerah itu merupakan penghasil batu bara.
Aktivitas bongkar muat barang dan naik turun penumpang kapal di Pelabuhan Samarinda masih lancar. Minggu (6/8), dua kapal penumpang, Teratai Prima Dua dan Samarinda Express I, terlihat angkat sauh menuju Parepare.
Kepala Kepolisian Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Samarinda Ajun Komisaris Siswanto menyatakan, Mahakam masih bisa dilewati ponton batu bara. Namun, pemindahan dari ponton ke kapal tanker yang lebih besar lagi tidak boleh dilakukan di alur Sungai Mahakam, melainkan di muara.
Ia menyatakan, pendangkalan bisa bertambah parah dan mengakibatkan kapal kandas. Nakhoda diminta berhati-hati karena Sungai Mahakam menjadi lebih sempit akibat pendangkalan.
Danau Sentarum
Keadaan hampir sama tampak di Kalimantan Barat. Air di Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, menyusut sehingga penduduk setempat sulit mengarunginya. Penyusutan kali ini, menurut penduduk setempat, terparah dalam tiga tahun terakhir. “Penduduk danau mendorong perahu atau sampan di beberapa lokasi agar dapat meneruskan perjalanan,” ujar aktivis lingkungan Yuliantini, Minggu.
Harga beberapa komoditas pun meningkat karena kendala transportasi. Penduduk setempat lalu memanfaatkan surutnya danau untuk memanen ikan. Danau Sentarum, berjarak 700 kilometer arah timur laut Pontianak, merupakan penyumbang 60 persen pasokan ikan air tawar di Kalbar.
Danau Sentarum merupakan kumpulan 30 danau dan ditetapkan sebagai taman nasional tahun 1999. Luasnya 132.000 hektar ditambah 65.000 hektar zona penyangga.
Menyurutnya beberapa sungai di Kalimantan berkaitan dengan karakter sungai di pulau itu yang mengandalkan airnya dari curah hujan dan berubahnya hutan yang merupakan daerah tangkapan hujan menjadi lahan kritis.
Hutan yang kritis tak mampu menabung air hujan sebagai sumber air sungai pada masa kemarau. Beberapa waktu lalu Kepala Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai Kahayan Sri Sayuto menjelaskan, hutan hujan tropis yang kondisinya bagus mampu menyimpan 70 persen curah hujan.
Di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, lahan kritis tercatat sekitar 5 juta hektar. Kalsel tidak lagi memiliki hutan alam yang berarti. (BRO/RYO/YNS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: